Gunung termasyhur Buddha
Gunung Fanjing sejak zaman dahulu merupakan gunung termasyhur Buddha, dipercaya sebagai tempat ibadah Bodhisattva Maitreya. Kuil kuno, bangunan kuil, dan ukiran batu di dinding gunung telah melewati zaman, saling berpadu dengan medan gunung yang curam, membentuk pemandangan religius dan budaya yang unik. Di atas Puncak Emas Awan Merah dibangun bangunan kuil terpisah, dihubungkan oleh jembatan, merupakan tempat tinggi untuk beribadah.
Tempat yang dapat dilihat
- Kuil kuno: bangunan kuil di pegunungan dibangun mengikuti medan gunung, merupakan wadah penting budaya Buddha;
- Ukiran batu di dinding dan prasasti: mencatat sejarah dan jejak budaya gunung termasyhur ini;
- Dua kuil di puncak emas: di atas puncak dibangun bangunan kuil terpisah, satu puncak dua puncak, dihubungkan jembatan di atasnya, sangat simbolis.
Saran kunjungan
- Mendaki gunung untuk beribadah sebaiknya lebih awal daripada terlambat, dapat dipadukan dengan kereta gantung dan jalan kaki;
- Saat masuk kuil mohon patuhi aturan kuil, berpakaian sopan, jaga ketenangan, hormati kegiatan keagamaan;
- Sebelum memotret bangunan kuil dan patung, perhatikan petunjuk di lokasi, sebagian area mungkin tidak diperbolehkan untuk difoto;
- Jangan memanjat benda bersejarah, menggores atau menulis, bersama-sama lindungi warisan budaya yang telah melewati zaman ini.
Peringatan
Gunung Fanjing memiliki nilai alam dan budaya sekaligus, pemandangan budaya di pegunungan banyak tersebar di sepanjang jalur setapak dan area puncak. Saat berkunjung mohon beraktivitas dalam batas area yang dibuka, sayangi benda bersejarah, biarkan warisan budaya yang kaya ini bertahan lama.