Asal Usul "Tanah Suci Brahma"
Nama Gunung Fanjing diambil dari makna "Tanah Suci Brahma", mengandung makna kesucian dan keagungan. Sejak dahulu merupakan gunung terkenal Buddhis, kuil kuno, ukiran batu tebing, dan batu puncak aneh di pegunungan saling bersanding, budaya dan alam terjalin di sini, mengendapkan karakter yang unik.
Gunung Terkenal dalam Rentang Sejarah
- Sejak lama, tempat ini menjadi lokasi penduduk sekitar mendaki dan beribadah, menikmati pemandangan dan meluapkan perasaan, meninggalkan banyak peninggalan religius dan legenda;
- Aula, prasasti, dan patung di pegunungan mencatat jejak budaya dari berbagai periode;
- Pujian seperti "pusat dari segala gunung terkenal di dunia" juga mengungkapkan bobotnya di hati orang.
Warisan Alam yang Mendunia
- Gunung Fanjing mendapat perhatian karena ekosistem pegunungan yang khas dan unik serta keanekaragaman hayati yang kaya;
- Gunung ini terdaftar dalam Daftar Warisan Alam Dunia, menjadi kekayaan bersama seluruh umat manusia;
- Setelah itu juga dinilai sebagai destinasi wisata kelas 5A nasional, semakin banyak orang datang untuk berwisata dan meneliti.
Cara Memahaminya
Saat mengunjungi Gunung Fanjing, tidak ada salahnya menggabungkan dua benang merah alam dan budaya: menikmati puncak aneh dan lautan awan, juga membaca kuil kuno dan prasasti. Menikmati di area yang dibuka dan menjaga peninggalan budaya, agar kekayaan ini bertahan lama.